fiksi

East Wind West Wind (Pearl S. Buck), review

image

Judul Asli : East Wind West Wind
Judul Terjemahan : Angin Timur: Angin Barat
Penerjemah : Lanny Murtihardjana
Ilustrasi & Desain Sampul : Satya Utama Jadi
Cetakan Pertama, 2009
240 halaman, 20 cm
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN : 978-979-22-4338-3

Kisah cinta yang menyatukan dua manusia dari latar belakang budaya yang berbeda.
Buku ini mengisahkan curahan hati Kwei Lan, wanita yang dididik menurut adat-istiadat Cina kuno. Ia merasa begitu sulit menyesuaikan diri dengan suaminya yang modern dan berpendidikan Barat. Hal ini menimbulkan masalah di dalam keluarga besar kedua belah pihak. Dan masalah ini semakin rumit ketika kakak Kwei Lan pulang dengan membawa istri berkebangsaan Amerika. Pertentangan antara Timur dan Barat, antara yang tradisional dan yang modern, kian meruncing.

Paparan singkat di sampul belakang membuat saya curiga si Kwei Lan, tokoh utama yang menceritakan dirinya di sini akan dimadu oleh suaminya dengan perempuan asing.

Keliru, sungguh keliru dugaan saya setelah membaca buku ini. Kwei Lan yang sedari dalam kandungan ibunya sudah dijodohkan dengan lelaki ini ternyata mendapat cinta dan kesetiaan dari suaminya.

Ia melompat berdiri, dan aku merasa lengannya yang kuat memeluk bahuku. Ia bergumam,
“Tidak, tidak, sayangku – aku tidak bersungguh-sungguh. Aku tidak akan – bahkan tidak bisa -”

.
-Halaman 141.

Sekarang, tanpa peringatan ia telah menyodorkan semua batin ibuku dan juga seratus generasi perempuan sebelumnya yang mencintai tuan mereka dan kehilangan rasa sayang mereka. Mendadak aku menangis tak terkendali.

Halaman 142.

Suami Kwei Lan seorang dokter pengobatan Barat membuatnya kaget dengan pernyataan cinta yang begitu dalam. Dia menyatakan tidak sanggup bila harus menduakannya dengan mengambil selir. Wah wah, Kwei Lan padahal sudah terbiasa dengan tradisi Cina saat itu, dimana seorang suami yang kaya dan terpandang mempunyai selir, selain istri utamanya.

Eits, tapi itu sudah di tengah buku setelah kakaknya membawa istri seorang wanita asing pulang ke Cina. Kejadian itu semakin membuat Kwei Lan berubah memandang tradisi kuno Cina dalam keluarga.

Awal buku mengisahkan pergulatan batin Kwei Lan yang gelisah harus menyesuaikan dirinya dengan suami. Suaminya tegas menyikapi tradisi kuno Cina semacam takhayul atau kebiasaan buruk lainnya. Mengikat kaki bagi sebagian wanita Cina saat itu merupakan upaya untuk menjadikan kaki berbentuk kecil dan dianggap indah. Kwei Lan termasuk satu di antaranya. Suaminya yang seorang dokter bedah menyarankannya untuk melepas ikatan kaki, karena tidak menyehatkan (saya langsung nge googling tradisi mengikat kaki ini , hehe)
. Pun setelah diperkenalkan dengan Mrs. Liu, teman suaminya yang juga berpendidikan Barat. Mrs. Liu memberi gambaran untuk mengambil kebaikan dari pengetahuan asing dalam mengasuh anak-anaknya.

Kebingungan dengan adat yang biasa dipegang eratnya, Kwei Lan akhirnya pelan-pelan memahami kebebasan. Ia juga memahami kenapa kakak lelakinya bisa saling mencinta bukan dengan sesama ras Cina. Cinta oh cinta, hehe. Dia menjadi penengah antara kakak dan keluarganya agar mau menerima si wanita bule sebagai istri yang sah. Saat itu istri dinyatakan sah secara hukum Cina bila mendapat persetujuan dari kedua orangtua mempelai. Padahal kakaknya dituntut untuk menikah dengan wanita Cina. Seorang wanita yang sudah dipertunangkan dengan kakaknya sedari mereka kecil. Sehingga si wanita bule istri yang belum dianggap oleh keluarga besar mempunyai kemungkinan hanya dianggap tak ubahnya kedudukan selir. Perjuangan inilah yang membuat saya penasaran sampai tidak bisa berhenti membaca bukunya. Tiupan angin barat yang beradu dengan tiupan angin timur.

Buku yang singkat ini nyaman dibaca, bahasanya pun mengalir. Dialek khas Cina “Hai – ya…” kadang menyelip di dialognya. Buku ini disebutkan sebagai buku pertama Pearl S. Buck yang terbit tahun 1930. Wow, lagi-lagi karya klasik memang layak dibaca. Desain sampulnya juga bagus dengan latar hijau sederhana. Ada sedikit ilustrasi oriental bunga dan ukiran naga. 5 bintang untuk buku ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s